Yah, satu hari mencoba melewatkan waktu di terra matterku, kemudian di lanjutkan ke bumi Surakarta. Jogja-Solo, sebuah entitas yang selama ini sering disebut saling ber-negasi, ber-oposisi. Sebuah kecelakaan sejarah membuat 2 pusat budaya jawa ini seakan selalu dalam situasi berseberangan, meski bersaudara. Mulai dari sejarah, pilihan politik di masa lampau, sampai dengan isu terkini, perselilisihan suporter bola ; Pasoepati vs Brajamusti. Ah lelah aku dengan semua itu, aku hanya ingin memandang Jogjakarta, juga Surakarta seperti saat sebelum belanda memecah belah mereka. Maka, dari jogjakarta aku ke surakarta...melalui rel kereta, dengan kamera dari sebuah hp kelas "bukan apa-apa"
 | |  | | senyap di balapan 1 Comment | |  | |  |
|